Rabu, 23 Januari 2013

Dasar-dasar Pemrograman

 
Komputer digunakan sebagai alat bantu penyelesaian suatu persoalan. Tapi masalahnya problematika itu tidak dapat "disodorkan" begitu saja ke depan komputer, dan komputer akan langsung memberikan jawabannya. Tidak sesederhana itu, tapi ada "jarak" antara persoalan dengan komputer. Strategi dalam pemecahan masalah masih harus ditanamkan ke komputer oleh manusia dalam bentuk program.

Untuk menghasilkan suatu program, seseorang dapat memakai berbagai pendekatan yang dalam bidang pemrograman disebut sebagai paradigma. Namun demikian, semua pemrograman mempunyai dasar yang sama. oleh karena itu pada pembelajaran Dasar Pemrograman, diajarkan semua komponen yang perlu dalam pemrograman apapun, walaupun implementasi dan cara konstruksinya akan sangat tergantung kepada paradigma dan bahasa pemrogramannya.

Paradigma adalah sudut pandang atau "sudut serang" tertentu yang diprioritaskan, terhadap kelompok problema, realitas, keadaan, dan sebagainya. Paradigma membatasi dan mengkondisikan jalan berpikir kita, mengarahkan kita terhadap beberapa atribut dan membuat kita mengabaikan atribut yang lain. Karena itu, jelas bahwa sebuah paradigma hanya memberikan pandangan yang terbatas terhadap sebuah realitas, karena itu fanatisme terhadap sebuah paradigma, mempersempit wawasan dan kadang berbahaya.

Dalam pemrograman pun ada beberapa paradigma, masing-masing mempunyai prioritas strategi analisa yang khusus untuk memecahkan persoalan, masing-masing menggiring kita ke suatu pendekatan khusus dari problematika keseluruhan. Beberapa jenis persoalan dapat dipecahkan dengan baik dengan menggunakan sebuah paradigma, sedangkan yang lain tidak cocok. Mengharuskan seseorang memecahkan persoalan hanya dengan melalui sebuah paradigma, berarti membatasi strateginya dalam pemrograman. Satu paradigma tidak akan cocok untuk semua kelas persoalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar